<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ocieducation.com &#187; Featured</title>
	<atom:link href="http://ocieducation.com/archives/category/featured/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ocieducation.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Aug 2010 04:16:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil Pilih TOEFIS™</title>
		<link>http://ocieducation.com/archives/351</link>
		<comments>http://ocieducation.com/archives/351#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 07:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>OCIadmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[IELTS]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Test]]></category>
		<category><![CDATA[TOEFIS]]></category>
		<category><![CDATA[TOEFL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ocieducation.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Kantor pusat Oxford Course Indonesia hari ini penuh dengan puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menunggu mendapatkan sertifikat TOEFIS™ mereka. &#8220;Hari ini hari terakhir pengiriman surat lamaran pegawai negeri, jadi saya rela datang dari pagi&#8221;, kata seorang CPNS yang enggan disebut namanya. Ia dan puluhan lainnya sudah menunggu sejak jam 8 pagi, namun mereka yang datang untuk melegalisir sertifikat TOEFIS™ sempat panik saat listrik di daerah Jakarta Timur padam.
&#8220;Mereka yang baru mengikuti TOEFIS™ minggu lalu sertifikat sudah siap, namun mereka yang baru datang hari Sabtu atau tadi pagi untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/11/toefis_test.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-353" style="border: 1px solid black; margin-left: 10px;" title="TOEFIS Test" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/11/toefis_test.jpg" alt="TOEFIS test in progress" width="210" height="158" /></a>Kantor pusat Oxford Course Indonesia hari ini penuh dengan puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menunggu mendapatkan sertifikat TOEFIS™ mereka. &#8220;Hari ini hari terakhir pengiriman surat lamaran pegawai negeri, jadi saya rela datang dari pagi&#8221;, kata seorang CPNS yang enggan disebut namanya. Ia dan puluhan lainnya sudah menunggu sejak jam 8 pagi, namun mereka yang datang untuk melegalisir sertifikat TOEFIS™ sempat panik saat listrik di daerah Jakarta Timur padam.</p>
<p>&#8220;Mereka yang baru mengikuti TOEFIS™ minggu lalu sertifikat sudah siap, namun mereka yang baru datang hari Sabtu atau tadi pagi untuk meminta tambahan duplikasi sertifikat terpaksa menunggu, karena semua data mereka ada di komputer dan saat ini listrik sedang mati&#8221;, jelas ibu Surti karyawan kantor pusat Oxford Course Indonesia.</p>
<p>Peserta ujian TOEFIS™ tahun 2009 ini sudah melebihi 450 peserta, dan tidak hanya diikuti oleh peserta kursus Oxford Course Indonesia maupun calon siswa perguruan tinggi luar negeri saja, namun juga oleh perusahaan-perusahaan dan mereka yang mencari sertifikat kompetensi berbahasa Inggris untuk keperluan melamar kerja.</p>
<p><strong>Tertipu Prediction Test TOEFL® Gadungan</strong><br />
Salah seorang CPNS yang sedang menunggu sertifikatnya, dr.Haryanto, bercerita mengenai pengalamannya dalam memenuhi kriteria lamaran untuk PNS. &#8220;Saya sempat mendatangi sebuah tempat kursus yang menawarkan TOEFL® prediction test. Ternyata hasil prediction test tersebut ditolak oleh departemen tenaga kerja karena bukan prediction test TOEFL® asli&#8221;.</p>
<p>Harus anda ketahui bahwa TOEFL® kini hanya dilakukan oleh satu lembaga pengujian, yaitu Indonesian International Education Foundation (IIEF) yang merupakan lembaga non-profit Amerika dan satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk melaksanakan TOEFL® di Indonesia, baik itu berupa TOEFL® prediction maupun TOEFL® iBT. Hal ini dibenarkan oleh Prof.DR.H.Bambang Marsono, direktur utama Oxford Course Indonesia. &#8220;<a href="http://www.ets.org">Educational Testing Service</a> (ETS) Princeton kini hanya melaksanakan TOEFL® di lembaga milik ETS di seluruh dunia. Lembaga kursus yang melaksanakan TOEFL® prediction test selain IIEF atau lembaga resmi ETS dapat di denda hingga USD 100.000,&#8221; menurut Prof.DR.H.Bambang Marsono.</p>
<p><strong>Mengapa TOEFIS?</strong><br />
&#8220;Setelah gagal dengan TOEFL® prediction test gadungan, seorang teman yang kini sudah menjadi PNS di kementrian  luar negeri menyarankan agar saya mengambil TOEFIS™. Dahulu ia melamar menjadi PNS dengan membawa sertifikat tes TOEFIS™ dan diterima&#8221;, tambah dr.Haryanto.</p>
<p>Dalam penerimaan mahasiswa atau pegawai di luar negeri, ada tiga macam proficiency test yang diterima, yaitu TOEFL®, <a href="http://www.ielts.org/">IELTS</a>™, dan Equivalent Testing atau tes yang sejajar yang dilaksanakan oleh suatu lembaga. TOEFIS masuk dalam kategori ke-tiga, yaitu Equivalent Testing. Terbukti sejak 1982, Oxford Course Indonesiatelah mengirim ratusan pelajar keluar negeri seperti Amerika, Inggris &amp; Eropa hanya dengan berbekal TOEFIS™. &#8220;Alhamdulillah belum terdengar satu pun sertifikat TOEFIS™ yang ditolak&#8221;, ujar Prof.DR.H.Bambang Marsono.</p>
<p>Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, TOEFIS™ semakin menjadi sebuah sertifikasi bahasa Inggris yang dipercaya, dan kini menjadi pilihan banyak CPNS untuk melamar pekerjaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ocieducation.com/archives/351/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anugerah Widya Bhakti Kursus 2009 untuk Oxford Course Indonesia</title>
		<link>http://ocieducation.com/archives/113</link>
		<comments>http://ocieducation.com/archives/113#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 08:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chandra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[Kursus]]></category>
		<category><![CDATA[PNFI]]></category>
		<category><![CDATA[Widya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ocieducation.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Oxford Course Indonesia kembali menerima penghargaan atas prestasinya, kali ini adalah Anugerah Widya Bhakti Kursus 2009, sebuah penghargaan prestisius nasional yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Non-formal dan Informal (PNFI), Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia.
Bertempat di City Hotel, Cilegon, Banten pada 8 September 2009, Oxford Course Indonesia bersama dengan 6 penyelenggara lembaga kursus yang telah dinominasikan, berhadapan langsung dengan team penguji, disaksikan secara langsung oleh para penerima Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus terdahulu dari seluruh Indonesia dan pejabat Direktorat Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal PNFI.
Enam penyelengara lembaga kursus yang masuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/10/1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-114" style="border: 1px solid black; margin-left: 10px;" title="Widya Bhakti Kursus 2009" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/10/1.jpg" alt="Widya Bhakti Kursus 2009" width="240" height="240" /></a>Oxford Course Indonesia kembali menerima penghargaan atas prestasinya, kali ini adalah Anugerah Widya Bhakti Kursus 2009, sebuah penghargaan prestisius nasional yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Non-formal dan Informal (PNFI), Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia.</p>
<p>Bertempat di City Hotel, Cilegon, Banten pada 8 September 2009, Oxford Course Indonesia bersama dengan 6 penyelenggara lembaga kursus yang telah dinominasikan, berhadapan langsung dengan team penguji, disaksikan secara langsung oleh para penerima Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus terdahulu dari seluruh Indonesia dan pejabat Direktorat Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal PNFI.</p>
<p>Enam penyelengara lembaga kursus yang masuk dalam nominasi penerima Widya Bhakti Kursus 2009 adalah:</p>
<ul>
<li>LPB LIA, Drs. Sudibyo Siyam,MA</li>
<li>LPK Sarina, Dra. Hj. Jetty Kurniati</li>
<li>LPK Sofie, Hj. R. Tuti Kusmiati Syafei, SPd</li>
<li>LPF Sufni, Dra. Hj. Sufni Thaher, MSi</li>
<li>LPB Oxford Course Indonesia, Prof.DR.H.Bambang Marsono</li>
<li>LPK Istibank, Drs. Joko Sutrisno</li>
</ul>
<p>Keenam wakil lembaga kursus tersebut diuji secara ketat oleh team penguji dan juga oleh para nominator lainnya. Setelah melalui pengujian selama 2 hari, akhirnya Oxford Course Indonesia dinyatakan sebagai juara pertama dan meraih Anugerah Widya Bhakti Kursus 2009, diikuti oleh LPB LIA dan LPK Istibank sebagai runner up II dan III.</p>
<p>Sore harinya, sekitar pukul 15.00, seluruh penerima Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus, beserta para penerima anugerah lainnya berkumpul di Hotel Mangku Negara, Cilegon. Bertepatan dengan Hari Aksara Internasional itulah para pemenang Anugerah Widya Bhakti Kursus menerima Sertifikat dari Menteri Pendidikan Nasional, Republik Indonesia yang diserahkan oleh Prof. Dr. Meutia Hatta, Menteri Peranan Wanita, Republik Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ocieducation.com/archives/113/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freelancing Done Right Seminar</title>
		<link>http://ocieducation.com/archives/291</link>
		<comments>http://ocieducation.com/archives/291#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 10:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chandra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[College]]></category>
		<category><![CDATA[Freelance]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[OBC]]></category>
		<category><![CDATA[Oxford]]></category>
		<category><![CDATA[Ruangfreelance]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ocieducation.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[

Oxford Business College bekerja sama dengan Ruangfreelance.com, didukung oleh Digital Grafis, Sedna dan Kutukutubuku.com mengadakan seminar Freelancing, Done Right pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 di Cafe au Lait Cikini.
Tiket seminar yang dibatasi pesertanya hingga 30 orang itu habis tejual hanya dalam 2 hari melalui penjualan online oleh Ruangfreelance.com, namun karena banyaknya permintaan, jumlah maksimum peserta ditambah. Namun karena terbatasnya ruangan di cafe au Lait, sayangnya penambahan peserta hanya dapat ditambah hingga 40 peserta saja.
Para pembicara seminar adalah para veteran di dunia freelancing, yaitu Chandra Marsono dari Sedna, Muswardi dan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr01.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-298" title="Sertifikat seminar Freelancing Done Right" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr01.jpg" alt="Sertifikat seminar Freelancing Done Right" width="582" height="437" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p><a href="http://ocieducation.com/schools/oxford-business-college">Oxford Business College</a> bekerja sama dengan Ruangfreelance.com, didukung oleh <a href="http://www.digitalgrafis.com/" target="_blank">Digital Grafis</a>, Sedna dan <a href="http://www.kutukutubuku.com/" target="_blank">Kutukutubuku.com</a> mengadakan seminar <a href="http://www.ruangfreelance.com/2009/03/seminar-freelancing-done-right/" target="_blank">Freelancing, Done Right</a> pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 di Cafe au Lait Cikini.</p>
<p>Tiket seminar yang dibatasi pesertanya hingga 30 orang itu habis tejual hanya dalam 2 hari melalui penjualan online oleh Ruangfreelance.com, namun karena banyaknya permintaan, jumlah maksimum peserta ditambah. Namun karena terbatasnya ruangan di cafe au Lait, sayangnya penambahan peserta hanya dapat ditambah hingga 40 peserta saja.</p>
<p>Para pembicara seminar adalah para veteran di dunia freelancing, yaitu Chandra Marsono dari Sedna, Muswardi dan Harry J.Husni dari Digital Grafis, dan Aulia Halimatusadiah dari Kutukutubuku. Masing-masing pembicara berbagi pengalaman mereka yang unik di dunia freelancing.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr02.jpg"><img class="size-full wp-image-300 aligncenter" title="Pembicara seminar Freelancing Done Right" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr02.jpg" alt="Pembicara seminar Freelancing Done Right" width="582" height="265" /></a></p>
<p>Seminar dimulai oleh Chandra Marsono SSn, MM. Berpengalaman lebih dari 12 tahun di dunia design dan branding, ia menjadi freelance full time pada 2004 dan kini telah mengelola usaha freelancenya menjadi sebuah perusahaan design. Materi yang beliau bawakan adalah bagaimana melakukan management pada usaha freelance dan bagaimana merubahnya menjadi sebuah usaha besar dan evolusi dari freelancer menjadi seorang entepreneur.</p>
<h3>&#8220;semakin banyak yang berani terjun menjadi entrepreneur dan menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan. <strong>With 20 million pengangguran di Indonesia</strong>, and it’s not just statistic, indeed <strong>we should act and do something about it</strong>.&#8221;</h3>
<h5 style="text-align: right;"><em>Aulia Halimatussadiah, Pembicara Seminar</em></h5>
<p>Pembicara kedua adalah kerjasama antara Harry J. Husni ST dan Muswardi ST dari Digital Grafis. Mereka menghapus sebagian besar presepsi bahwa mejadi seorang freelance bagaikan menjadi Rockstar. Harry dan Ardi menjelaskan mengenai best practices of freelancing. Mereka membawakan proses-proses yang harus dilewati seorang freelancer menuju kemandirian secara individual, personal problems dan attitude dalam presentasi mereka berjudul &#8220;<a href="http://digitalgrafis.com/fnrs/">Freelance is not a RockStar</a>&#8220;. Mereka juga membahas bagaimana merubah cara mengerjakan pekerjaan menuju online, cara menjual dan mengantisipasi hal-hal yang buruk, terutama <span style="font-style: italic;">delays</span>.</p>
<h3>&#8220;Hal yang menarik saya tangkap dari pesan Chandra Marsono, beliau mampu memisahkan antara Uang Pribadi dengan Uang Perusahaan.&#8221;</h3>
<h5 style="text-align: right;"><em><a href="http://yopdesign.com/blog/61-freelance/137-seminar-freelancing-done-right.html" target="_blank">Yofie Setiawan</a>, Web Designer</em></h5>
<p>Pembicara terakhir adalah Aulia Halimatussadiah ST atau lebih sering dipanggil Ollie, satu dari 3 dara pendiri toko buku online kutukutubuku. Dipandu oleh moderator Arya Rajasa S.Kom, ia menjadi seorang freelancer saat menjadi penulis pada awal karirnya, dan telah berhasil merubah passionnya menjadi sebuah usaha <a href="http://www.kutukutubuku.com/">toko buku online</a> dan ekspansi untuk memenuhi passion lainnya. Ollie menceritakan perjalanannya dari pekerja kantoran, menjadi penulis buku, dan memulai usaha toko onlinenya. Very inspiring.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr03.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-309" title="Sesi tanya jawab dengan para peserta seminar" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/03/obc_fdr03.jpg" alt="Sesi tanya jawab dengan para peserta seminar" width="582" height="265" /></a></p>
<p>Acara ditutup dengan sesi tanya jawab oleh peserta, pembagian sertifikat, dan foto-foto bersama. Hopefully dalam waktu dekat kita akan membuat acara seminar yang lebih besar di kota lain. See you there.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ocieducation.com/archives/291/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anugerah Produk Asli Indonesia untuk Oxford Course Indonesia</title>
		<link>http://ocieducation.com/archives/277</link>
		<comments>http://ocieducation.com/archives/277#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 13:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chandra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[APAI]]></category>
		<category><![CDATA[Asli]]></category>
		<category><![CDATA[Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[DepDagRI]]></category>
		<category><![CDATA[DepPerin]]></category>
		<category><![CDATA[Gitosardjono]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Marsono]]></category>
		<category><![CDATA[Martha]]></category>
		<category><![CDATA[Nielsen]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[Sukamdani]]></category>
		<category><![CDATA[Tilaar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ocieducation.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Anugerah Produk Asli Indonesia atau APAI, adalah sebuah penghargaan bagi produk-produk asli Indonesia yang mampu bersaing secara sehat dan memiliki kekayaan intelektual yang diakui.
Acara yang diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh harian Bisnis Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Departemen Perindustrian RI dan Departemen Perdagangan RI itu berlangsung di Hotel Nikko Jakarta pada 13 Desember 2007. Acara dibuka oleh Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahajana, Dirjen Departemen Perdaganagn Ardiansyah Paman, dan Sukamdani Gitosardjono selaku pimpinan harian Bisnis Indonesia.
Setelah melalui proses pengujian, audit, visitasi, interview dan presentasi oleh panel dari  harian Bisnis Indonesia, Universitas Bina ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/10/apai2007_01.jpg"><img class="size-full wp-image-278 alignleft" style="border: 1px solid black; margin-right: 10px;" title="DR.H.Bambang Marsono bersama MC acara APAI Charles Bonar Sirait. Charles adalah alumni siswa Oxford Course Indonesia cabang Bendungan Hilir" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2009/10/apai2007_01.jpg" alt="Anugerah Produk Asli Indonesia 2007" width="210" height="280" /></a><a href="http://www.apaiaward.com/?show=history&amp;YY=2007" target="_blank">Anugerah Produk Asli Indonesia</a> atau APAI, adalah sebuah penghargaan bagi produk-produk asli Indonesia yang mampu bersaing secara sehat dan memiliki kekayaan intelektual yang diakui.</p>
<p>Acara yang diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh harian Bisnis Indonesia, Universitas Bina Nusantara, Departemen Perindustrian RI dan Departemen Perdagangan RI itu berlangsung di Hotel Nikko Jakarta pada 13 Desember 2007. Acara dibuka oleh Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahajana, Dirjen Departemen Perdaganagn Ardiansyah Paman, dan Sukamdani Gitosardjono selaku pimpinan harian Bisnis Indonesia.</p>
<p>Setelah melalui proses pengujian, audit, visitasi, interview dan presentasi oleh panel dari  harian Bisnis Indonesia, Universitas Bina Nusantara, adan Akreditasi Nasional, Nielsen Consulting dan Departemen Perdagangan RI, Oxford Course Indonesia dinominasikan dalam kategori waralaba bersama dengan Papa Ron&#8217;s Pizza, Edam Burger, dan Ayam Goreng Fatmawati.</p>
<p><a href="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2007/12/apai2007_02.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-285" style="border: 1px solid black; margin-left: 10px;" title="Penyerahan penghargaan APAI 2007" src="http://ocieducation.com/wp-content/uploads/2007/12/apai2007_02.jpg" alt="Penyerahan penghargaan APAI 2007" width="240" height="180" /></a>Oxford Course Indonesia yang telah menjalankan usaha waralaba pendidikan sejak 1980, memenangkan penghargaa di kategori bidang Waralaba Anugerah Produk Indonesia 2007. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh kepala redaksi Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar.</p>
<p>&#8220;Anugerah ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Oxford Course Indonesia. Rasa terima kasih kami ucapkan kepada Tuhan YME, para siswa-siswi kami, para mitra usaha franchise kami, dan para panelis APAI&#8221;, ucap DR.H.Bambang Marsono. &#8220;Kami akan senantiasa memperbaiki kinerja, mutu dan pelayanan kami agar dapat memuaskan pelanggan dan mitra usaha kami&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" style="border: 1px solid black;" title="Para pemenang Anugerah Produk Asli Indonesia 2007" src="http://farm3.static.flickr.com/2009/2104705147_a9814a331d_o.jpg" alt="" width="512" height="384" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ocieducation.com/archives/277/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
