Home » Breaking News, Featured, Headline

Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil Pilih TOEFIS™

2 November 2009 2 Comments

TOEFIS test in progressKantor pusat Oxford Course Indonesia hari ini penuh dengan puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang menunggu mendapatkan sertifikat TOEFIS™ mereka. “Hari ini hari terakhir pengiriman surat lamaran pegawai negeri, jadi saya rela datang dari pagi”, kata seorang CPNS yang enggan disebut namanya. Ia dan puluhan lainnya sudah menunggu sejak jam 8 pagi, namun mereka yang datang untuk melegalisir sertifikat TOEFIS™ sempat panik saat listrik di daerah Jakarta Timur padam.

“Mereka yang baru mengikuti TOEFIS™ minggu lalu sertifikat sudah siap, namun mereka yang baru datang hari Sabtu atau tadi pagi untuk meminta tambahan duplikasi sertifikat terpaksa menunggu, karena semua data mereka ada di komputer dan saat ini listrik sedang mati”, jelas ibu Surti karyawan kantor pusat Oxford Course Indonesia.

Peserta ujian TOEFIS™ tahun 2009 ini sudah melebihi 450 peserta, dan tidak hanya diikuti oleh peserta kursus Oxford Course Indonesia maupun calon siswa perguruan tinggi luar negeri saja, namun juga oleh perusahaan-perusahaan dan mereka yang mencari sertifikat kompetensi berbahasa Inggris untuk keperluan melamar kerja.

Tertipu Prediction Test TOEFL® Gadungan
Salah seorang CPNS yang sedang menunggu sertifikatnya, dr.Haryanto, bercerita mengenai pengalamannya dalam memenuhi kriteria lamaran untuk PNS. “Saya sempat mendatangi sebuah tempat kursus yang menawarkan TOEFL® prediction test. Ternyata hasil prediction test tersebut ditolak oleh departemen tenaga kerja karena bukan prediction test TOEFL® asli”.

Harus anda ketahui bahwa TOEFL® kini hanya dilakukan oleh satu lembaga pengujian, yaitu Indonesian International Education Foundation (IIEF) yang merupakan lembaga non-profit Amerika dan satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk melaksanakan TOEFL® di Indonesia, baik itu berupa TOEFL® prediction maupun TOEFL® iBT. Hal ini dibenarkan oleh Prof.DR.H.Bambang Marsono, direktur utama Oxford Course Indonesia. “Educational Testing Service (ETS) Princeton kini hanya melaksanakan TOEFL® di lembaga milik ETS di seluruh dunia. Lembaga kursus yang melaksanakan TOEFL® prediction test selain IIEF atau lembaga resmi ETS dapat di denda hingga USD 100.000,” menurut Prof.DR.H.Bambang Marsono.

Mengapa TOEFIS?
“Setelah gagal dengan TOEFL® prediction test gadungan, seorang teman yang kini sudah menjadi PNS di kementrian  luar negeri menyarankan agar saya mengambil TOEFIS™. Dahulu ia melamar menjadi PNS dengan membawa sertifikat tes TOEFIS™ dan diterima”, tambah dr.Haryanto.

Dalam penerimaan mahasiswa atau pegawai di luar negeri, ada tiga macam proficiency test yang diterima, yaitu TOEFL®, IELTS™, dan Equivalent Testing atau tes yang sejajar yang dilaksanakan oleh suatu lembaga. TOEFIS masuk dalam kategori ke-tiga, yaitu Equivalent Testing. Terbukti sejak 1982, Oxford Course Indonesiatelah mengirim ratusan pelajar keluar negeri seperti Amerika, Inggris & Eropa hanya dengan berbekal TOEFIS™. “Alhamdulillah belum terdengar satu pun sertifikat TOEFIS™ yang ditolak”, ujar Prof.DR.H.Bambang Marsono.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, TOEFIS™ semakin menjadi sebuah sertifikasi bahasa Inggris yang dipercaya, dan kini menjadi pilihan banyak CPNS untuk melamar pekerjaan.

2 Comments »

  • mr.dwipo said:

    Bagus banget website-nya, informasinya bagus, tapi isinya masih banyak lorem ipsum, alias masih banyak yang kosong. kapan nih bisa keisi semua?

  • OCIadmin said:

    mr.Dwipo, thank you for your comment. Saat ini memang ocieducation.com sedang dalam proses redesign. Belum semua artikel dikembalikan ke tempat semula. Hopefully Januari 2010 ini website kami sudah berjalan dengan kapasistas 100%. :-)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.